Selasa, 26 Januari 2016

aku tahu bagaimana harus berjalan mundur

Untuk apa kembali lagi? Kembali disaat semua sudah hampir tersusun rapi.
Sadarkah bahwa kita hidup bukan di negeri dongeng? negeri dimana apapun yang kita mau bisa kita dapatkan, kapanpun dan bagaimanapun.
Sadarkah yang kau hadapi itu manusia? dimana manusia itu punya perasaan, hati kecil yang bisa kapan saja berubah tergantung bagaimana dia dihadapkan pada sebuah cerita.
Kemana kamu dulu? Menghilang begitu saja disaat aku benar-benar mencintaimu, disaat aku meyakini bahwa kamu segalanya.
Batu yang sebegitu kerasnya saja bisa hancur oleh hujan yang terus menerjangnya, apalagi aku, manusia dengan hati kecil yang sangat mudah rusak, dan bagai hujan kau rusak semuanya.
Ya, kau memang seperti hujan, hadir tak menentu, dan sekalinya hadir pun untuk pergi kembali, dan entah kapan lagi kembali, mungkin lupa kembali itulah kamu.
Kau yang dulu ku kira matahari, ternyata hanya sebuah pelangi, yang hadir dengan segala warna yang indah namun hanya sesaat.
Sebenarnya, kau tak perlu menjauh karena aku sudah tahu bagaimana cara berjalan mundur itu seperti apa 
dan kini, kau hadir kembali, ingin mengulang semuanya dari awal.
Kalau begitu, dimana letak keadilan sebuah cinta? Di saat aku berjuang menata kembali sudut ruang yang kau tinggalkan dengan sangat tidak rapi, kini kau berharap masuk kembali.
aku tidak benci, sama sekali tidak membencimu, sedikitpun tidak
Tapi lebih dari itu, aku kecewa. 
Aku takut, takut lagi salah memperjuangkan yang pada akhirnya nanti aku terjatuh lagi dan kamu hanya bisa melihatku tanpa pernah mencoba membantuku berdiri.
Kini, aku sedang menulis lagi ceritaku yang baru.
Setelah sekian lama aku tutup lembaran itu.
Aku sedang memulai semuanya dengan lebih tertata dan bijaksana, dengan lebih rapi, dan dengan tidak berlebihan
Aku sedang berjuang bersama dengan dia yang ku harapkan tidak berlaku sepertimu, yang tidak membiarkanku berjuang sendiri, karena sakitnya berjuang sendiri itu nyata terasa.
Masa lalu memang tak pernah bisa dilupakan namun bukan berarti aku harus tenggelam lagi di dalamnya.

Ingatlah hei, yang kau hadapi manusia, benda hidup, bukan benda mati yang tidak pernah berpikir tentang sesuatu yang sesungguhnya terjadi.
Luka itu memang bisa sembuh, tapi tidak sesederhana itu!
From hipwee.com by shenanDona

Senin, 25 Januari 2016

Surat Untuk Seseorang yang Tertulis Di Lauh Mahfudz



Assalamualaikum tulang rusukku...
Karena aku tidak pernah tau kapan kamu hadir, maka dalam penantianku menunggumu. Aku akan perbaiki diriku. 

Untuk pria yang namanya tertulis di lauh mahfudz...
Banyak pria yang datang di kehidupanku, dan mencoba mengelabuiku dengan berpura-pura menjadi kamu.
Tenang saja, aku tidak tertipu kok.
Jika aku merasa berada di tulang rusuk yang bukan milikku, aku dengan sangat cepat bisa merasakannya.
Aku segera dengan perlahan menjauhinya, sampai kamu datang untukku, ya benar-benar datang hanya untukku.

Untukmu, calon imamku
Aku terkadang kesal, sedih, kecewa, khawatir
Kesal kenapa begitu lama aku butuh waktu untuk menunggumu?
Sedih kenapa aku masih saja memikirkan siapa kamu? kenapa langkahmu berjalan menemuiku dengan lambat?
Kecewa kenapa aku tidak bisa mengenalimu, sampai aku sering berada di tulang rusuk yang salah
Khawatir, iya aku khawatir kamu salah mengenali aku, sehingga waktu memperlambat pertemuan kita

Untuk seseorang yang akan selalu aku aminkan doanya
Maafkan aku yang tidak sabar menunggu kamu lebih lama lagi
Sejujurnya, aku tidak butuh kamu pintar menyetir mobil, bisa membawa aku ke surga saja itu sudah cukup.
Kamu gak usah repot-repot mengumpulkan uang untuk pernikahan kita, entah untuk rumah, mobil atau lainnya.
Aku lebih senang menikah dengan sederhana dan mapan bersama kamu, membesarkan anak kita bersama menjadi shaleh dan shalehah.
Bukankah rezeki akan ALLAH SWT lipat gandakan setelah menikah? Jadi kenapa harus mapan sebelum menikah?
Kamu gak perlu belajar bermain gitar dan menyanyikan lagu romantis buat aku, jujur aku gak butuh itu.
cukup baca Al-quran dengan indah di rumah sederhana kita di depan aku dan anak-anak kita, itu sudah cukup.

Untuk teman hidup yang akan menuntunku ke surga.
Terima kasih ALLAH telah menyiapkan hadiah terindah dari surga.
Siapapun kamu, dimana kamu tinggal? terlahir dari keluarga yang bagaimana?
Bagaimana rupamu? bagaimana sifat dan sikapmu?
Ku akan selalu berdoa di setiap solatku, selalu menyebutmu di setiap doaku, selalu merindukanmu di setiap sujudku, selalu menantimu di setiap langkahku.
Aku benar-benar merasa dekat dengan kamu di setiap doaku,
Itu alasanku selalu mendoakanmu.
Aku yakin jodoh itu cerminan diri,
Untuk itu aku selalu memperbaiki pribadi dan penampilanku.
Aku percaya janji ALLAH SWT itu pasti,
Untuk itu aku sangat bersabar jika ada yang orang yang berpura-pura menjadi kamu datang di hidupku.
Aku akan menjaga hatiku, menjaganya untuk kamu.

Untuk seseorang yang namanya tertulis di lauh mahfudz.
Cintailah aku karena ALLAH SWT.
 
dari perhiasan dunia terbaikmu, Aku

From hipwee by gestiyawati

punya Cita-Cita Bikin Kafe di Masa Depan? 8 Tips Ini Patut Kamu Terapkan Demi Kafe yang Ramai Pelanggan!

Melihat perkembangan kafe yang menjamur, kamu pun punya ide untuk membuka usaha kafe. Namun sayangnya, kamu sendiri nggak terlalu paham harus bagaimana memulainya. Karena membuka usaha kafe bukan cuma perlu modal, melainkan juga rencana yang matang dan kreativitas.
Kalau kamu masih bingung juga, yuk pegangan saja sama artikel Hipwee kali ini. Ada beberapa tips agar kafemu memiliki magnet yang kuat untuk menarik orang melipir sejenak!

1. Tanya ke diri kamu sendiri: konsep kafe seperti apa sih yang belum ada di kotamu? Apakah kamu bisa mengembangkannya jadi bisnismu?

Mau konsep yang seperti apa sih? via www.instagram.com
Kamu ingin kafe yang seperti apa sih? Lalu, tujuan kamu membuat tempat itu untuk apa? Pastikan jawabannya membuat konsep kafe kamu memiliki ciri khas. Misalkan kamu ingin membuatkafe yang bisa dikunjungi oleh mereka yang suka bermain dengan kucing, atau kamu ingin membuat kafe yang bisa menjadi tempat untuk workshop dan berbagai kegiatanlain seperti launching album dan buku, atau diskusi-diskusi santai.

2. Kafe nggak selalu hanya menyediakan kopi, teh, dan minuman atau makanan saja. Keberadaan pop-up store juga bisa membuat orang punya alasan lain untuk berkunjung

Belanja sekalian ngopi via www.instagram.com
Kalau kafekamuhanya menyediakan kopi, teh dan segala jenis minuman atau makanan saja sudah pasti sainganmuada banyak di luar sana. Putar otak, dan kamu harus paham kafe pun bisa digabung dengan toko kecil-kecilan atau pop-up store. Dan isi pop-up store kamu pun bisa bervariasi, seperti kaos band, album-album indie label, barang-barang second-hand, atau juga buku dari penerbit-penerbit indie.

3. Kamu juga bisa membuka kafe dengan tema aspirational space. Dengan ini, kamu bisa kerja sama dengan komunitas atau industri kreatif lainnya. Pengunjung pun pasti ada!

Aspirational space via www.instagram.com
Bukankah konsep utama kafe itu sebagai tempat bertemu dan berkumpul? Nah, coba kamu kembangkan konsep itu untuk menjalin kerjasamadengankomunitas atau orang-orang yang bergerak di industri kreatif. Dengan kata lain kafe kamu adalah aspirational space untuk mereka-mereka yang ingin berbagi ide dan menciptakan kreativitas. Siapa tahu juga, kafe kamu menjadi tempat munculnya gagasan besar seperti kafe-kafe di Paris?

4. Status popup store pasti akan lebih menarik lagi kalau sesekali ada bazar DIY atau Garage Sale di kedaimu

Sesekali, bikin bazar yuk! via www.instagram.com
Selainkan memaksimalkan kehadiran pop-up store di kafe kamu, adanya acara garage sale atau bazar DIY juga bisasebagai bentuk kerjasama yang lain dengan orang-orang dari industri kreatif. Dengan mengunjungi bazarmu, orang-orang pun jadi sekalian tahu keberadaan kafemu.

5. Kamu juga bisa merekrut barista yang sudah punya banyak jaringan. Teman-teman dan pelanggannya akan jadi pelangganmu juga!

Hayo siapa yangmau minum kopi buatan barista sekece Chicco Jerikho ~ via via www.instagram.com
Kafe kamu bukan cuma perlu barista yang paham seluk beluk kopi dan mahir dalam menyeduhnya. Tapi, ada baiknya kamu juga merekrut barista yang sudah punya banyak jaringan. Dengan begitu, sang barista bisa diandalkan dalam membantu mempromosikan kafe kamu.

6. Pengunjung pun sebenarnya butuh hiburan, jadi buat saja jadwal tetap untuk gigs. Ada banyak musisi indie yang bisa kamu undang

Minum kopi sambil lihat Rio Dewanto nyanyi, yakin nggak mau? via www.instagram.com
“Eh, akhir pekan besok band X ngisi gig di kafe itu, tuh. Datang yuk!”
Awalnya penggemar band itu sama sekali tidak tahu keberadaan kafe kamu, tapi dengan adanya acara gigs akhirnya mereka tahu, malahan juga menjadi pengunjung. Selain itu, adanya jadwal tetap gigs juga bisa diandalkan untuk tetap membuat pengunjungsetia kafe kamu makin setia, karena memang pada dasarnya pengunjung pun butuh hiburan.

7. Buat pengunjung betah dengan kehadiran perpustakaan kecil, permainan ringan, atau sudut kreatif yang bisa digunakan untuk mereka yang suka dengan seni

doodle the cup! via www.instagram.com
Ciptakan suasa homey di kafe kamu, agar pengunjung tertarik untuk kembali lagi dan lagi. Kamu bisa menempatkan sebuah rak buku di sudut kafe. Bahkan kamu pun harusberbaik hati meminjamkan buku tersebut, setidaknyaini sebagai cara agar pengunjung tersebut kembali lagi ke tempatmu. Bisa juga kamu menyediakan beberapa permainan ringan seperti monopoli, ular tangga atau uno. Atau lebih seru lagi jika kamu menghadirkan sudut kreatif, dan karya dari pengunjung bisa dipajang di sana.

8. Selebihnya, perhatikan juga hal-hal detil. Misalnya desain menu kreatif yang bisa bikin pengunjung ingat pada kafemu 

Menu kreatif via www.instagram.com
Jadilah owner kafe yang jeli dengan segala detail yang bisa membuat tempatmu lebih ngehits. Bukan hanya desain interior atau eksterior kafe saja. Tampilan menu juga cangkir kopi yang dikemas dengan kreatif pun bisa menjadi daya tarik yang membuat kafemu berbeda!
From hipwee by Mustika karindra

Kamis, 21 Januari 2016

Menutup Hati untuk Sementara


Mungkin satu-satunya jalan agar hati ini bisa sedikit lebih tenang.
Setiap manusia pasti mencapai satu titik jenuh bila memperjuangkan sesuatu dengan susah payah tapi hasilnya nol besar.
Ya, itulah yang saat ini aku rasakan…
Aku mencapai satu titik jenuh setelah lelah memperjuangkan satu hal, “cinta”…
Entah siapa yang salah, aku yang terlalu naïf menelan bulat-bulat setiap rayuan dan kata-kata manis dari mereka, atau mereka yang memang senang membuat wanita melayang dan menghempaskannya begitu saja?
Entahlah… yang aku tahu, wanita akan tertarik pada pria yang mampu membuatnya nyaman. Dan mungkin sekarang di dunia ini sudah banyak pria yang pandai membuat para wanita tertarik dengan semua rayu manisnya. Dengan pandainya mereka datang saat aku sedang terpuruk karena di khianati orang terkasihku. Mereka datang dengan bermodalkan tisu dan pundak untuk aku bersandar.
Sekali, aku disakiti oleh pria yang sangat aku sayang. Awalnya memang indah, dia bak seorang pangeran yang dikirim Tuhan khusus untuk merangkulku, mengembalikan semangatku yang pernah pudar, memapahku untuk kembali berjalan. namun Dia meninggalkanku disaat rasa ini sudah tumbuh begitu dalam. Aku jatuh, aku sakit, aku dihempaskan begitu saja. Dia berjalan memunggungiku tanpa sepatah kata putus atau maaf sedikitpun. Aku yakin tangannya masih berfungsi dengan normal, begitu juga dengan matanya. Aku pikir apa susahnya memberikan penjelasan sebelum pergi? Ah sudahlah, mungkin sudah jalannya harus seperti ini.
Aku mulai berpikir positif. Mungkin kali ini aku harus benar-benar beristirahat dari cinta-cintaan yang banyak jenis dan trik permainannya. Kali ini aku paham, mungkin Tuhan ingin aku menjadi wanita kuat. Kali ini aku fokuskan diriku untuk memperjuangkan keluarga, dan karirku.
Ku tutup hatiku sementara, setidaknya sampai luka ini kering dan pastinya sampai ada seseorang yang datang padaku tidak sendiri, tapi dia membawa rombongan keluarganya untuk melamarku… semoga…
from hipwee by Fitri Ayu Adiredja

Aku Pernah Kecewa, Pernah Terluka Tapi Aku Percaya Itu Adalah Cara Tuhan Untuk Membuatku Dewasa


Di jalan ini, aku tergugu menatap kedepan. Aku tahu kehidupan tak selalu mudah seperti yang sebelumnya ku pikirkan. Saat aku harus dituntut berpikir bagaimana cara agar tetap bertahan, saat pertahananku mulai lemah dan goyah dengan kedaan, Saat keadaan benar-benar tak memberikanku pilihan, saat cinta tak berniat memberiku ruangan. Yah cinta, cinta yang perlahan-lahan mengikis kekuatan, cinta yang diam-diam menyelusup mengendurkan pertahanan, cinta yag bersihkeras tak ingin berdamai dengan kedaan.
Aku hanya bisa terdiam, mendengarkan bait-bait hatiku yang bungkam. Aku kalah, aku tak bisa berdamai dengan hatiku. Ia merajuk dan membuatku kelabakan. Apa kau pernah patah hati? Bagaimana rasanya? Apakah sakit, atau bagaimana ? . Apa kau pernah terluka? Bagaimana wujudnya, apakah berdarah ? Apa rasanya sakit ? Apa kau memiliki obatnya? . Aku terluka karena pikiranku sendiri, setiap simpul perhatian yang aku artikan sebagai simpul cinta dan ternyata bukan. Aku terluka dengan berbagai ekpektasi yang sebenarnya bertolak belakang dengan kenyataan. Aku salah menerjemahkan, seharusnya pengalaman menjadikanku lebih berhati-hati dalam menilai. Ternyata tidak semua orang ingin tinggal, ada yang sebenarnya ingin tinggal tapi tiba-tiba melarikan diri. Meski aku menyediakan tempat, aku tak bisa menahan seseorang untuk tidak pergi. Seharusnya aku tidak membuka hati begitu saja.
Luka yang datang silih berganti, membuatku terbiasa . Kekecewaan yang aku buat sendiri, memberikanku kekuatan. Aku pernah kecewa, Aku pernah terluka tapi apakah aku harus menangis dan menyesali semua? Apa aku harus mengutuk semua kedaan dan takdir yang tak pernah memihak padaku? Apa aku harus marah yang entah akan tertuju pada siapa? Tidak, aku tidak sebodoh itu. Aku pernah kecewa, pernah terluka tapi aku percaya itu adalah cara Tuhan untuk membuatku dewasa.
from hipwee by Reni Aryanti

Jangan Pernah Menemuiku Saat Kau Bosan, Aku Bukan Penghibur yang Bisa Memberimu Kesenangan


Dari awal, aku selalu mencoba memahami dan mengerti bagaimana keadaanmu. Aku tahu kau sangat sibuk dengan urusan masa depanmu, dan tugas-tugas yang harus diselesaikan sebelum deadline. Aku paham akan hal itu, karena aku juga mengalaminya. Meski begitu aku selalu berusaha untuk mengabarimu, bahkan sampai saat ini, detik ini pun masih kutoreh tentangmu disini. Apa kabar wahai lelaki penikmat keindahan yang sempat menyentuh hatiku? Apa kau disana pernah memikirkanku, pernah menemuiku dalam mimpimu, atau aku sudah lenyap dan hangus dalam ingatanmu yang tertepa angin musim salju.
Masih ku ingat kau seolah memberiku keyakinan bahwa kita akan bisa berjalan bersama meski diambang keabu-abuan waktu akan masa depan yang sama-sama tak pernah kita tahu. Ku tanamkan keyakinan itu. Sampai akhirnya kau tiba-tiba mengaburkan semua, dan perlahan pasti punggungmu melenggang pergi menjauhi pandangan mataku. Kau membuat kebingungan yang bahkan aku tak pernah benar-benar tahu dimana letak kesalahanku.
Dari sekian banyak yang datang menghampiri, kaulah yang sempat memberiku keyakinan penuh untuk kembali merasa mekarnya hati setelah lama layu mengering dan mati suri. Tapi sekarang semua sudah berubah 180 derajat. Kutemuimu hanya mengintip dari balik pandangku. Sebegitu sulitkah mengakui jika kau merindukanku?. Bila saja kau lebih sederhana mendefinisikan rindumu dan mengungkapkannya di depan mataku. Maka sudah pasti kerinduanmu akan terbalas karena aku juga merasakan hal yang sama.
Bukankah kau elang yang gagah perkasa, yang selalu berani terbang mengangkasa tanpa pernah takut terjatuh. Aku mengerti keadaanmu, bagaimana orang-orang diluar sana berharap besar terhadap keberhasilanmu. Dan aku pun yakin kau pasti bisa melaluinya dengan gemilang. Aku juga tak menuntut banyak padamu untuk selalu menemuiku di sela waktumu, aku hanya ingin kejelasan. Bagaimana rasanya rindu yang membumbung ingin meledak? Aku sudah merasakan kepedihan rindu yang tak terbalas.
Setelah aku puas menangisi kerinduan hingga kopiku berubah asin dan tak lagi pahit, setelah ku tak pernah menanggalkan harap untuk menemuimu di malam hari hingga terjaga sampai pagi, lalu kau tiba-tiba hadir lagi menanyakan kabar dan mengatakan kau rindu aku. Seperti inikah caramu membalas rindu? Itu bukan rindu, sama sekali tak kulihat ada sorot kerinduan dari matamu. Kau hanya bosan dan memilih menemuiku berharap kau mendapat kesenangan sesudahnya. Kau salah, karena aku bukanlah badut, aku bukanlah penghibur yang bisa memberimu kesenanangan dan membuatmu puas tertawa setelahnya. Maaf akan hal itu.
from hipwee by Syanaz

Karena Menikah Bukan Cuma Perihal Kapannya, Tapi Sudah Tepatkah Orangnya


Mulai dari sepupu atau teman sekolah yang menikah lebih dulu serta pertanyaan kapan dan dengan siapa selalu saja mengganggu. Tak jarang terlintas dalam pikiran, yang menjalani saya kenapa yang lain harus sibuk-sibuk menggerutu? Tak lupa juga mama papa yang selalu bilang ingin punya cucu. Kadang rasanya ingin lari saja dari kenyataan atau bersembunyi sejauh-jauhnya agar tak perlu sering-sering bertemu dengan mereka yang benar-benar tak tahu apa isi kepala dan hatimu. 
Puluhan resepsi yang kalian hadiri, terkadang memancing tanda tanya dalam hati yang belum juga bertemu dengan jawabannya. Saya kapan yah? Dengan orang seperti apa atau pesta yang bagaimana? Kamu benar-benar tak tahu harus pergi kemana untuk bisa tahu jawabannya apa. Hanya bisa berdoa. Dalam hati dengan diam bertanya pada Yang Kuasa. Kamu jadi lebih sering membicarakan hal ini dalam rentetan doa.
Padahal saat ini, sendiri juga bukan perkara sulit untuk kamu lewati. Kamu mandiri dan kuat menghadapi hidup meski tanpa kisah cinta yang tak jauh dengan drama. Kamu bahagia meski kemana-mana tak ada laki-laki yang menemani. Kamu bebas merdeka menjalani hidup sesuai dengan rancangan yang kamu bina. Tapi, pertanyaan kapan nikah dari mereka yang tak tahu apa-apa tak pelak justru berperan penting melahirkan rasa khawatir. Kadang kamu justru mulai merasa ragu pada diri sendiri. Apa yang salah dengan diri ini. Kenapa tak kunjung dihadirkan dia yang pada hatinya cinta dapat kamu sandarkan sampai ujung usia.
Andai mereka mau sedikit saja santai dan menerima. Mungkin kamu tak harus bingung-bingung berhadapan dengan kenyataan yang tak sesuai dengan harapan. Memangnya wanita mana yang tak ingin menikah? Wanita mana yang tak ingin menghabiskan hidupnya dengan pria yang nama belakangnya disandang olehmu selamanya? Wanita mana yang tak ingin jadi sempurna dengan panggilan mama? 
Harapanmu sama seperti wanita pada umumnya bukan? Tak ada yang berbeda hanya waktunya saja yang belum tiba. Hanya mungkin Tuhan yang belum berkata ya. Masih ada sedikit waktu yang harus kamu gunakan untuk menunggu. Memperbaiki diri dan menyiapkan hati bagi dia yang restu Tuhan telah dikantongi. Jadi tak perlu khawatir tentang apapun yang orang lain katakan atau tentang seperti apapun penilaian mereka pada caramu memandang hidup. 
Karena pernikahan bukan tentang sekarang atau kapan-kapan. Tapi tentang menghabiskan sisa hidupmu bersama dia yang memang dipilihkan Tuhan. Jadi jangan khawatir. Bukannya terlambat, kamu hanya menunggu waktu yang tepat. Dengan dia yang senyum dan restu Tuhan bisa kalian dapatkan. Dengan dia yang akan memperjuangkan bukan hanya ingin diperjuangkan. Padanya yang saat bersama deg-degan mu tak juga menghilang. Kamu dan dia yang sama-sama bangga karena bisa saling mendapatkan. 
Bukankah jauh lebih menyenangkan kalau kamu bisa bertemu, jatuh cinta dan diikat pernikahan dengan orang yang tak main-main dengan perasaan. Selamanya memilih bertahan tanpa ketentuan. Disampingmu dengan setia selalu cinta tanpa syarat apa-apa. Kalau begitu biarkan Tuhan mengambil waktumu lebih panjang dari yang kamu inginkan. Agar bisa dengan matang cintamu dipersiapkan. 
Jadi bersabar sajalah. Karena memang pada hakekatnya jalan Tuhan tak dapat dengan mudah diselami begitu saja oleh setiap hati. Yang pasti semua yang terukir dalam tanganNya, tak pernah berakhir tanpa keindahan. Dia setia dan tak akan meninggalkan. Kamu dan jodohmu, Dia punya aturan sendiri untuk mempertemukan. Jadi jangan bimbang. Karena Dia tak pernah ingkar janji maka harusnya tak ada alasan untukmu berhenti mempercayai. Entah kapan pernikahanmu datang ingat saja, bahwa Tuhan selalu punya waktunya sendiri. Tak pernah terlalu cepat apalagi terlambat. Jadi tetaplah bersabar.
from hipwee by Rumondang Kristiani Elika Manurung