Kamis, 21 Januari 2016

Manusia Memang Harus Jatuh Dulu. Agar Berdiri di Kaki Sendiri Bukan Lagi Kemustahilan


Siapapun di dunia ini, pasti hidup karena beberapa harapan yang digantungkan serta diciptakan oleh dirinya sendiri. Entah harapan menggapai cita-cita agar hidup lebih baik kedepannya, atau harapan yang digantungkan kepada seseorang yang dianggap mampu menghormati dan menghargai kita. Namun tidak semua orang pantas kita libatkan dalam garis takdir yang kita gambar komplit bersama dengan doa yang dilantunkan setiap waktu kepada yang maha pencipta.
Mata manusia memang tidak di setting untuk bisa melihat bagaimana kehendak tuhan bekerja, kita hanya bisa tahu apa yang memang bisa dipandang mata tanpa bisa mengetahui serta menebak hal apa lagi yang tuhan rencanakan di garis takdir yang kita gambar.
Kita memang menggambar garis sendiri, dan bertanggung jawab penuh atas hidup kita sendiri, namun perlu disadari bahwa yang menggerakkan hati serta pikiran adalah tuhan, mungkin tidak jarang bahwa keinginan dan kebutuhan selalu bertabrakan ingin mendapat prioritas. Namun manusia tidak terlalu peka dengan apa yang di butuhkan, kita terlalu fokus dengan beberapa hal yang kita ingin. Percaya atau tidak keinginan bukanlah keharusan yang perlu di capai hari ini juga, jika merasa itu sebuah keharusan, kita telah mengikuti nafsu yang sebenarnya bisa di rem.
Fokus dengan keinginan yang menggebu menjadikan kita lupa akan esensi sebagai manusia biasa yang kebutuhannya lebih utama perlu di capai. Dalam hal pasangan, kita sering menaruh harapan pasangan ideal dengan segala syarat dan tetekbengek yang kita buat sendiri tanpa berkaca tentang kualitas diri sendiri.
Sebenarnya manusia tidak perlu lagi bertanya, mengapa tuhan selalu saja tidak menghendaki kita, dengan seseorang yang sudah kita targetkan harus menjadi pasangan hidup kita hingga tua nanti. Manusia boleh berencana se detail mungkin dalam hal apapun, namun dilarang lupa bahwa ada tuhan yang selalu mengingatkan mana yang baik dan  mana yang buruk.
Langsung saja...
Jika kita mencintai dan mengharapkan seseorang namun tidak juga dipersatukan, silakan berpikir ulang. Apa yang membuat halangan tersebut terus tumbuh hingga kita tidak pernah bertemu di satu garis yang sama dengan dia. Jika ditelaah lebih dalam lagi, bisa saja kualitas diri nya yang memang belum pantas bersanding dengan kita. Atau sebaliknya. Betapa tuhan sangat baik sudah bersedia mengingatkan hambanya lewat teguran, kekecewaan dan kesedihan yang dirasa. Tidak jarang kita mengumpat dan merasa tuhan tidak adil karena membiarkan kita kecewa dengan segala keadaan hidup yang terjadi. Padahal, tuhan sedang menyelamatkan kita dari jurang yang bisa kapanpun menelan kita hidup-hidup. Namun lagi-lagi manusia tidak sampai berpikir sejauh itu. Semua manusia termasuk saya selalu ingin yang instan. Semua perasaan harus berbalas, begitu lah pikir kita yang masih awam.
Hidup ini pembelajaran. Kita tidak mungkin bisa belajar dari kebahagiaan. Karna luka adalah pembelajaran hidup yang paling setia mengajarkan. Manusia memang harus jatuh dulu untuk paham bahwa hidup ini tidak semudah bertepuk tangan. Kita harus kehilangan 1 tangan terlebih dahulu agar tahu betapa sulitnya mengeluarkan suara tepuk tangan dengan angin.
Namun kita terlalu bodoh jika harus kehilangan dulu baru belajar. Perbaiki yang ada, lindungi yang telah menghargai, jaga kepercayaan, hindari menuntut tuhan untuk mengikuti mau kita. Biarlah tuhan membawa kita kemanapun di mau, kita hanya perlu terus berprasangka baik dan mencoba menggambar garis hidup sesuai aturanNya.
from hipwee by ayu rhaudhotul akmalia

“Hai, Kamu Yang Melepas Tanganku : Bersiaplah Menangis di Sisa Hidupmu”


“Untukmu, Ingatlah! Makna cinta dan perjuangan sebelum kamu dapat mengenggam tanganku”
Apakah kamu tahu? perasaanku ketika untuk pertama kalinya kamu menggenggam tanganku? Yach…Semesta seolah berputar di sekelilingku, dengan rasa bahagia yang memuncak, karena keyakinanmu  padaku, akan perasaan sayangku, cintaku . Aku adalah seseorang yang telah kamu pilih, untuk kamu genggam tangannya, untuk kamu masuki kehidupannya, dan untuk kamu sayangi di sepanjang sisa hidupnya, seseorang yang pastinya mampu membuatmu bahagia. Ingatlah saat-saat dimana kita berbagi pendapat, rencana bahkan impian bersama karena hati kita yang saling menyayangi?  Bukankah, Hati yang menyayangi dan mencintai tidak akan pernah lelah untuk bertahan dan tidak akan pernah menyerah untuk berjuang? Seharusnya hal ini mampu untuk kamu sadari sebelum kamu memulai dan mengakhiri semuanya.
“Untukmu, Ingatlah! ketulusan adalah barang yang sangat mahal harganya, dan hanya orang-orang tertentu saja yang bisa melihatnya”
Ketulusan bagiku adalah kebersamaan kamu dan aku yang dimulai dari rasa saling mencintai, yang dengan berjalannya waktu perasaan itu berkembang dengan berbagai variasinya, perasaan untuk saling menjaga, berkorban, ataupun memiliki. Lewat kekurangan maupun kelebihan yang kamu tunjukkan dari berbagai sisi dirimu yang selalu dapat kuterima. Kamu yang kuterima apa adanya! kamu yang seperti itu! adalah kebahagiaanku, ketulusanku! Apa yang kamu lakukan apa yang aku lakukan, tidak ada kemunafikan diantara kita. Kita saling menguatkan dan bertahan, walaupun jika kamu memutuskan melepas ketulusanku ini, maka sesungguhnya kamu telah kehilangan makna ketulusan yang belum tentu dapat kamu peroleh dari orang lain.
“Untukmu, Ingatlah! Indikator kedewasaan adalah ketika kamu mampu menundukkan gengsi dan egomu”
Rasa cinta, sayang, marah, benci, tangisan, bahkan lelah adalah cara kita untuk menyalurkan perasaan. Namun pernahkah kamu berpikir sedikit saja, bgaimana caramu untuk menyalurkan rasa itu padaku? Seseorang yang kamu cintai? Seseorang yang kamu sayangi?. Aku betul-betul memahami, bahwa sudah fitrah manusia untuk membenarkan dan membela dirinya sendiri, namun apa jadinya jika ditambah dengan bumbu gengsi dan ego yang begitu besar? Untuk kata terimakasih dan maafpun sulit untuk kamu ucapkan? Malah memilih diam dan berlalu tanpa sepatah kata pun? dan beranggapan semuanya telah terselesaikan? dengan apa yang kamu lakukan haruskah kita terus hidup seperti itu? penuh kepura-puraan dan ketidakjujuran…padahal apa adanya, terus terang, keterbukaan bisa menjadi pilihan meski itu membuat kita sakit atau membenci, tetapi itu adalah sesungguhnya kita, kamu dan aku.
“Untukmu, Ingatlah! terkadang untuk mendapatkan pembelajaran yang sangat berharga di kehidupan, kamu harus membayarnya dengan harga yang mahal atau sesuatu yang sangat berharga”
Jikalau kamu memaksaku pergi tanpa penjelasan, atau memilih untuk menyerah begitu saja,  aku tidak akan berkecil hati. Akan ada suatu masa, di dalam hidupmu, kamu pasti mengingatku! Maka jika hal itu terjadi, yang kuinginkan adalah kamu merasakan sakitnya, sakit yang sama seperti yang kurasakan, yang mampu menghantui harimu, disisa umurmu, tanpaku! Kuharapkan, nantinya kamu akan dipertemukan dengan seseorang yang akan memberimu pembelajaran tentang bagaimana rasanya penyesalan akan cinta yang telah kamu sia-siakan. Jangan pernah mengharapkan ucapan kebahagiaan untukmu, karena perpisahanpun bisa diakhiri dengan kenangan yang indah, bukan hanya menimbulkan luka.
“Untukmu, Ingatlah! Dengan melepas tanganku, bersiaplah untuk menangis”
Kamu yang telah melepas tanganku, bersiaplah untuk menangis! untuk dilupakan, untuk tak menjadi berharga lagi, untuk menjadi kisah usang, dan untuk menjadi noda kecil di dalam lembaran  hidupku. Kuingin kamu pergi jauh dan  luput dari pandanganku. Aku janjikan bila kisah ini berakhir, akan menjadikanku lebih kuat, lebih tegar, lebih bahagia, lebih tenang, lebih mencintai dan menghargai diriku sendiri, serta menjadi pribadi yang lebih keren dari sebelumnya, sehingga jika suatu saat di sisa umurmu kelak kita dipertemukan lagi, maka kamu akan melihat betapa berharga dan hebatnya diriku, menjadi pribadi lebih hidup dan bahagia daripada ketika bersamamu!!
from hipwee.com by sri fitriyanti

Untukmu Yang Akan Segera Kulepaskan

flying_a_kite_by_deskridge-d7aoyhf

Hei kau, tahukah kau, kau seperti layangan yang benangnya sedang ku genggam, tapi setelah itu ada angin kencang yang berhembus. Sehingga membuat ku ingin  melepaskanmu. Sebelumnya ku coba bertahan, aku coba menggenggammu lebih erat dari sebelumnya, aku takkan membiarkan angin kencang itu merebutmu dariku begitu saja.

Genggam, genggam, dan terus ku genggam, entah beberapa kali ku berusaha. Tapi tiba-tiba ku lihat ke atas ada sesuatu yang berusaha melepaskan diri, iya itu kau. Karena angin  kencang yang berhembus itu , kau malah melepaskan diri , kau masih ku kenggam , tapi tidak seluruhnya, setengahpun tak sampai.
Hei kau, tahukah kau bagaimana susahnya agar kau tetap ku genggam ? selama ini kenyataan terus menyadarkan ku akan semua itu , tapi ku pikir “ah apalah artinya , bisa jadi itu hanya sebuah fatamorgana yang datang mericuh” tapi aku salah. Aku salah. Tak peduli apa yang kulakukan , kau tetap berniat untuk menjadi terlepas dan bebas. Itukah yang kau inginkan selama ini? apakah genggaman ku terlalu kuat hingga membuat mu tak nyaman? maafkan aku atas ketidaknyamanan mu itu.
Beberapa saat terakhir ini aku berjuang sendirian, di hempaskan oleh angin kencang pun aku tetap berjuang sendirian. Harusnya aku sadar bahwa hanya aku lah yang berjuang. Dan bagaimana dengan mu? ketika ku lengah dan  lelah sedikit saja , kau malah  mengambil kesempatan itu untuk segera lepas. Mengapa tak kau katakan dari awal, bahwa kau tak ingin ku genggam? mengapa saat aku sudah merasa bahagia melihatmu di atas sana, malah kau ingin ku lepas genggaman ini?
Layangan itu pergi semakin jauh , meninggalkan sebagian benang yang masih ku genggam erat. Dia semakin jauh, semakin tinggi, dan semakin tak terjangkau. Haruskah ku kejar? haruskah ku berlari menembus angin kencang dan merebut mu kembali? mungkin tak perlu. Aku terlalu lelah. Terlalu lelah berjuang, terlalu lelah menggenggam dan terlalu lelah di hempas.
Inilah saat yang kau tunggu. Inilah saat dimana aku tak punya harapan lagi, dan kau bisa pergi, kau bisa melihat yang lain. Sekarang aku siap melepaskan sebagian benang itu. Tak ada gunanya menggenggam benang tanpa layangan. Sungguh, aku telah lelah dalam permainan layanganmu ini.
Pergilah, aku siap melepaskan mu!
from hipwee.com by maria dwip

Senin, 26 Oktober 2015

22KU



Seorang scorpio bergolongan darah B lahir hari selasa tepat dua puluh dua tahun yang lalu “26 Oktober 1993” ^_^  bercita-cita menjadi seorang guru and finaly in this year (^_^) i get it S.Pd lulus pada 18 Mei 2015 dan diwisuda 22 Agustus 2015,...

Ya Rabb,...
terima kasih atas semua nikmat yang telah Engkau beri selama 22tahun, dalam keheningan malam aku selalu memohon lirih,~~~ “Faghfirlii Maa Qaddamtu, Wa Maa Akhkhrartu, Wa Maa Asrartu Wa Maa A’lantu,... “. Dan meminta kepadaMu,~~~ “ Allaahumma In Kaana Rizqii Fissamaai Faanzilhu, Wa In Kaanafil Ardhi Fa-Akhrijhu Wa In Kaana Mu’assaran Fayassirhu Wa In Kaana Haraaman Fathahhirhu Wa In Kaana Ba’iydan Faqarribhu,...”

Terimakasih yang amat tak terhingga untuk kedua orangtua dan adik, yang selalu medukung dan memenuhi keinginan serta kebutuhanku dan maaf bila sampai detik ini aku belum bisa membahagiakan kalian seutuhnya, rasanya hanya mampu tertunduk malu bila usahaku sampai disini saja, jadi tolong berilah selalu dukungan apapun yang anakmu ini jalani dan tegurlah anakmu ini bila mulai mengabaikan apa yang menjadi priotitasnya,...

Aku cukup tahu diri, aku tidak terlahir dari keluarga berada dengan orang tua yang memiliki ‘pangkat’ namuan aku sangat bahagia terlahir didalam keluarga yang sederhana dan selalu mengajarkan BERSYUKUR itu adalah kunci kebahgiaan. Aku tahu diri bahwa aku harus membangun sebuah jembatan terlebih dahulu untuk bisa menyebrang, membangun tangga terlebih dahulu agar mampu mencapai kesuksesan yang diinginkan. Tidak seperti mereka yang sudah memiliki jembatan serta memiliki pondasi tangga yang siap dibangun. Sekarang mungkin aku masih jalan tertatih terlihat seprti membutuhakan pertolongan,... ya aku memang butuh pertolonganMU ridhoi dan lancarkanlah segala urusan serta usaha yang aku lakukan, jagalah semangatku agar tetap ditempatnya,... aamiin allahuma aamiin

22ku sudah memiliki dia, laki-laki baik yang berani datang kerumahku dan bertemu dengan kedua orangtuaku, semoga dia baik untuk agamaku keluargaku dan untukku walaupun Aku tak ingin mendahului kehendakNYA, aku hanya melalakukan hal yang terbaik yang bisa kulakukan,... 

“Sebisa mungkin meminimalisir rasa rindu,..
rindu untuk bertemu,...
rindu untuk bersatu,...
namun apalah daya jika waktu belum berpihak untuk kita bersatu,...
semoga do’aku selalu mengiringi langkahmu,...
wahai nama yang selalu ada dalam sujudku”

Semoga 22ku menjadikakanku orang yang lebih dewasa, semakin mempersipakan diri dengan dunia yang baru dunia “kerja” atau “pernikahan” tak pernah memasang target hanya ingin lebih memperbaiki diri hingga saatnya datang, entah itukapan semoga datang diwaktu yang tepat, bimbinglah hamba kejalanMU jauhkan hamba dari hal-hal buruk, ridhoi hamba membahagiakan orang tersayang... AAMIIN YAROBAL ALAAMIIN

Minggu, 26 Oktober 2014

keep calm







              Lebih baik tetap menunggu orang yang tepat. karena hidup ini terlampau singkat untuk di lewatkan bersama pilihan yang salah. Menunggu tidak selamanya diartikan pasif, menunggu di sini bukanlah statis melainkan memperbaiki diri, mellihat menilai dan memilih. melayakkan diri ini untuk siapa kelak.

laksana perahu yang siap untuk berlayar mengenal semua pulau yang dilalui tanpa rasa takut dan ragu bahwa pelabuhan terbaik akan ditemukan. 

21ku

Terimakasi telah memberiku umur yang panjang bersyukur atas segala yang telah Engkau beri Ya-Rabb ^_^ yang tak ternilai harganya, bimbinglah hamba kejalan yang diridhoiMu,kuatkan hamba dalam melalui kehidupan ini karna Engkaulah sumber kekuatan hamba, apuni hamba yang penuh dengan dosa ini, rasanya tak pantas hamba menginginkan surgamu yang indah :'( namun hamba takut akan nerakamu :'( hamba bukanlah termasuk orang yang baik dan bukanpula termasuk kedalam wanita yang solehah namun hamba berusaha menjadi orang yang lebih baik agar menjadi wanita yang solehah sesuai apa yang telah Engkau sabdakan, hamba hanya ingin selalu ada didekatMu, Hamba tak ingin jauh dariMU, dengan dosa-dosa hamba selama 21tahun ini rasanya tak pantas untuk hamba meminta keberkahanMu, namun dengan segala kekuatan dan keyakinan hamba dalam setiap sujud hamba, hamba berdo'a lindungi seluruh keluarga hamba dari hal-hal buruk dan marabahaya, berikanlah kesehatan serta kebahagiaan untuk seluruh keluarga hamba, berikanlah rizqy untuk seluruh keluarga hamba, lancarkanlah dan mudahkanlah usaha ayahanda, lancarkan dan mudahkan pendidikan hamba, berilah hamba kesuksesan untuk membahagiakan orangtua, berilah hamba jodoh yang baik, dan dekatkanlah hamba dengan jodoh hamba, hamba selalu meyakini Engkau selalu mengiringi langkah kaki hamba, dan hamba selalu meyakini teteh kakak dan adik yang ada disurga selalu mendampingi hidup keluarga hamba,  semoga kita bisa berkumpul disurgaMu kelak ^_^ amin aamiin ya robal al-amin.

terima kasih juga untuk ibu bapak yang selalu membimbingku, engkau yang tak pernah lelah mengkhawatirkanku serta menasehatiku. ibu dan bapak yang selalu mendo'akanku dispertengah malamMu, aku selalu mendengarkan do'a-do'amu untukku diwaktu sholatmu pak, seraya tubuh ini ingin memelukmu pak, dan berkata "aku akan membahagiakan kalian kelak, aku janji". aku tau kau telah memberikan yang terbaik untukku,   maafkan anakmu ini yang belum bisa membahagiakanmu, tetaplah sehat untukku dan adikku sampai nanti aku dan adik bisa membahagiakan kalian, merawat dimasa tua kalian, menjaga dimasa tua kalian, seperti kalian merawat dan menjaga aku. ucapan manis ibu pagi ini "ulang tahunnya mau dirayaain gak?" dengan senyum aku membalas "uda tua, malu akh", samapai usiaku 21tahun ini pun ibu selalu memberi apa yang aku inginkan, kadang aku merasa berdosa dan merasa takut, apakah kelak dimasanya tua aku mampu memberikan apa yang ibu inginkan, aku takut, takut tak mampu ibu, kuatkan anakmu ini ibu >_< dan di umurku yang ke 21tahun ini bapak selalu mencium ku seraya ia berkata "kalo kamu uda punya suami, bapak gak bisa cium kamu lagi", kalimat itu membuatku sedih, percayalah kelak ketika aku mempunyai suami aku akan tetap menciummu, tidak akan ada yang menggantikan posisimu :-* , selama 21tahun ini petuamu menjadi semangatku "kamu jangan sampe kerja panas-panasan, jangan kerja disuruh-suru, kamu harus sekolah tinggi" hingga detik ini aku selalu mengingat itu. terimakasi telah mengahdirkan orang tua seprti kalian, aku sangat bahagia terlahir dari rahimmu, i love you :-* 

adikku tersayang aku begitu amat menyayangimu, engkau seperti nyawaku sendiri jiwaku sendiri, jika engkau merasa sakit akupun merasakannya, tolong jadilah partnerku yang baik untuk membahagianan ibu dan bapak, karna engkaulah saudara laki-lakiku seorang, i love you

21ku jadilah aku orang yang lebih baik, lebih kuat dan tangguh mengahadapi semuanya, sebelum usiaku berganti menjadi 22 aku ingin menjadi SARJANA (Siti Ayu Dewi Lestari, S.Pd. SD) membahagiakan mereka yang tulus menyayangiku yang selalu mendo'akanku, 21ku jadilah yang terbaik ^_^ 

^_^ ya allah berilah hamba dan keluarga hamba umur yang panjang sehat dan kebahagiaan Aamiin ^_^